Penerapan Mata Kuliah Character Building
Bersama Teach For Indonesia
Ketua :
Agnes Eka Chintya Mahardika (2001548094)
Anggota :
Yoke Siara (2001570674)
Alicia Natalie (2001577163)
Satria Rizky Utama (2001574520)
Andri Pratomo Centana (2001575460)
Julien Setyana (2001543206)
Reza Handika (2001554790)
Mohamad Ray Pangestu (2001554401)
Dosen Pengajar : Christian Siregar,S.Th.,M.Pd
Hari/tanggal :
Selasa, 14 Maret 2017
Waktu :
08.00 – 12.30 WIB
Kegiatan : Pertemuan ke 2
Lokasi : PAUD Bunda, Cluster Sutera Flamboyan 7 no 62A
Alam Sutera, Tangerang, Banten.
Anggota yang tidak hadir : - (Tidak Ada)
Pada hari Selasa, 14 Maret 2017 merupakan pertama kali kami mengajar di
Paud Bunda. Dalam pembelajaran pertama ini kami disambut dengan sangat antusias
oleh para guru dan murid Paud Bunda. Setelah meneliti lebih dalam antusiasme
murid PAUD dikarenakan terkesannya mereka oleh metode pembelajaran yang
diterapkan oleh para Mahasiswa Binus University ketika melakukan praktik
mengajar dalam kegiatan Teach For Indonesia berkaitan dengan mata kuliah
Character Building 2 tahun beruntun kebelakang. Penyampaian materi kepada murid
Paud pun harus berjalan sesuai dengan tujuan Teach For Indonesia itu sendiri sehingga
tidak keluar dari ekspektasi yang diharapkan oleh kampus kami bernaung menuntut
ilmu yaitu Binus University.
Untuk kegiatan pertama kami mengumpulkan anak-anak di aula lalu kami mengajak
murid Paud untuk berkenalan terlebih dahulu agar saling mengenal satu sama lain.
Sesudahnya perkenalan yang diselingi permainan itu agar terciptanya suasana
yang hangat antar anggota kelompok dengan murid Paud. Setelah bermain seluruh
anak paud di perbolehkan untuk minum, setelah itu mereka langsung masuk kedalam
kelas. Didalam kelas anak-anak paud langsung berduduk tertib, seperti biasanya
kegiatan pembelajaran di kelas diawali membaca ayat suci Al-Quran bersama-sama.
Setelahnya membaca ayat suci al-quran, anak-anak paud dibagi menjadi 3 kelas
yaitu kelas KB, TK A dan TK B. Kelompok kami yang beranggotakan 8 orang di bagi
menjadi 3 kelompok untuk mengajar 2 orang mengajar di KB, 3 orang di TK A dan 3
orang di TK B.
Pada pukul 09.30 adalah waktu untuk
anak-anak paud istirahat atau biasanya di sebut snack time oleh mereka,
anak-anak paud makan secara berkelompok, setelah selesai makan mereka bermain
bersama kami, ada yang bermain bola, ada yang bermain lari-larian, ada yang
bermain di playground. Pada pukul 10.30 anak-anak paud sudah masuk kedalam
kelas untuk belajar kembali, untuk anak KB kami mengajarkan tebak-tebakan suara
binatang, untuk TK A kami ajarkan bahasa inggris dan berhitung tambah-tambahan,
untuk TK B kami mengajarkan berhitung, menulis huruf, kosa kata, dan membaca
buku cerita. Setelah belajar anak-anak paud kami ajak untuk bermain kursi putar
yang telah di variasi terlebih dahulu, setelah itu kami mengajak anak-anak paud
untuk sharing tentang manfaat permainan yang telah kita mainkan dan bagaimana
kesan dan pesan untuk kami.
Nilai moral yang bisa diambil berkaitan dengan kegiatan hari ini adalah
sila pertama dan sila ke 5. Mengapa? Karena Percaya dan
taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan agama dan kepercayaannya
masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab telah diajarkan diawal
kegiatan pembelajar agar iman dan takwa tertanam sejak dini. Agama itu media
bagi sang Pencipta. Sang pencipta itu adalah Causa Prima yang mempunyai
hubungan dengan yang diciptakannya. Yang kedua ialah sila ke lima, Keadilan
Sosial ialah sifat masyarakat adil dan makmur berbahagia untuk semua orang,
tidak ada penghinaan, tidak ada penghisapan, bahagia material dan bahagia
spritual, lahir dan batin. Dalam konteks ini kami selalu berusaha bersikap adil
terhadap seluruh murid Paud. Istilah adil yaitu menunjukkan bahwa orang harus
memberi kepada orang lain apa yang menjadi haknya dan tahu mana haknya sendiri
serta tahu apa kewajibannya kepada orang lain dan dirinya.
Pengharapan kami semua sebagai
mahasiswa tingkat awal yang sedang menjalankan mata kuliah Character Building
ialah agar terciptanya jiwa dan akal generasi penerus bangsa yang peduli
terhadap sesama, saling mencintai dan umumnya dapat mengabdi kepada bangsa ini.
Adanya rasa tersebut tertanam didalam diri masing masing tak ayal membuat
bangsa ini tak perlu khawatir akan penerus bangsa yang dapat memajukan Negara
agar dapat bersaing di dunia global yang peduli akan hak asasi manusia didunia
ini, meliputi kesetaraan hidup orang banyak didunia ini yang perlu adanya
perbaikan karena kurangnya perhatian dari dunia luar yang seakan
memanfaatkannya untuk kekuasaan negaranya tanpa memikirkan dampak yang akan
terjadi kedepannya seperti apa bahkan melibatkan kekerasan yang mungkin saja
membuat Negara yang ditindas hancur baik secara konstitusi maupun materil moral
penduduknya. Together we can change Indonesia for brighter future.









No comments:
Post a Comment